PERANCANGAN PROGRAM PENJUALAN PAKAIAN
SECARA TUNAI PADA TOKO “XYZ” MENGGUNAKAN MICROSOFT VISUAL FOXPRO 9.0
TUGAS AKHIR
Diajukan
untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan Program Diploma Tiga (D.III)
MIRAWATI
NIM:
11083641
Jurusan Komputerisasi Akuntansi
Akademi Manajemen Informatika dan
Komputer Bina Sarana Informatika
Jakarta
2011
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kemajuan dalam bidang tekhnologi pada masa ini menuntut
manusia untuk selalu berusaha mengikuti perkembangannya guna membantu memenuhi
kebutuhan informasi. Komputer
merupakan salah satu media bantu dalam penulisan, pemrosesan, pengolahan data yang semakin canggih dan
efisien. Dengan media komputer,
maka perusahaan dapat memberikan data–data yang akurat, cepat dan efisien serta
dapat disimpan dengan sistem proteksi, dimana data dapat terlindungi dari
berbagai resiko dan dapat mengantisipasi kesalahan yang mungkin terjadi seperti
gangguan listrik, kerusakan dokumen dan lain–lain, tidak terkecuali dalam bidang penjualan.
Usaha yang dijalani
oleh Toko “XYZ” adalah usaha yang
bergerak dibidang penjualan pakaian. Sebagai suatu usaha yang bersifat
memberikan pelayanan kepada para konsumennya, maka kecepatan dan ketepatan
dalam mengolah data sangatlah penting, guna meningkatkan kepuasan konsumen itu
sendiri dan mempercepat proses penyusunan laporan penjualan. Otomatis kinerja
serta produktivitas toko itu sendiri akan meningkat, sudah seharusnya dilakukan
dengan cara komputerisasi agar dapat mengurangi tingkat kesalahan dalam
pengolahan data.
Untuk mengatasi permasalahan
tersebut sehingga dilakukan
proses perancangan sebuah program pengolahan data menggunakan microsoft visual Foxpro 9.0 menjadi
informasi, khususnya dalam
mengatasi masalah tersebut dan dituangkan kedalam Tugas Akhir dengan judul: “Perancangan Program Penjualan
Pakaian Secara Tunai Pada Toko “XYZ” Menggunakan Microsoft Visual Foxpro 9.0”
1.2 Maksud dan Tujuan
Maksud dari
penulisan Tugas Akhir ini adalah:
a. Merancang pengolahan
data dalam penjualan pada Toko “XYZ” dengan menggunakan program microsoft visual foxpro 9.0
b. Memberikan informasi
data penjualan yang cepat dan efisien tanpa mengurangi keakuratan informasi
data yang diberikan.
c. Untuk ikut serta dalam perkembangan dunia
bisnis menggunakan sistem yang terkomputerisasi.
d. Mengimplementasikan ilmu yang telah di
dapat selama mengikuti perkuliahan di jurusan Komputerisasi Akuntansi Pada
Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika (AMIK BSI).
Tujuan dari
penulisan Tugas Akhir ini Sebagai salah satu syarat kelulusan Program Diploma Tiga
(D.III) Jurusan Komputerisasi Akuntansi di Akademi Manajemen Informatika dan
Komputer Bina Sarana Informatika (AMIK BSI).
1.3 Metode Penelitian
Dalam
penulisan tugas akhir ini, digunakan metode penelitian yang merupakan rencana
tentang cara pengumpulan data, dimana data-data tersebut akan diolah dan
disusun untuk dituangkan dalam bentuk laporan. Metode pengumpulan data yang
digunakan dalam menyusun tugas akhir ini, dilakukan dengan beberapa cara
diantaranya :
1.
Observasi (Observation)
Suatu bentuk metode penelitian
yang menggunakan proses pengamatan objek
pada toko pakaian yang berkaitan dengan tugas akhir ini.
2. Studi Pustaka (Library Research)
Penulis
mengumpulkan buku-buku penunjang seperti buku panduan tugas akhir, buku-buku
mengenai program, catatan perkuliahan, koran dan majalah serta penggunaan media
release yaitu internet untuk
menunjang penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini.
1.4 Ruang Lingkup
Dalam penyusunan Tugas Akhir (TA) ini, dibatasi ruang
lingkup permasalahan yang akan diambil mengenai proses pengolahan input data pakaian, input data
user, input data transaksi penjualan, sampai tahap pembuatan laporan data pakaian
perperiode (Pertahun, Perbulan) dan menghasilkan keluaran (output) berupa struk penjualan.
PEMBAHASAN
2.1
Landasan Teori
Menurut Jogiyanto (2005:582) pengertian pemrograman (programming) dapat diartikan sebagai
“Kegiatan menulis kode program yang akan dieksekusi oleh komputer”.
Menurut Sutabri
(2004:2) Pemrograman
terstruktur adalah “Suatu tindakan untuk mengorganisasikan dan membuat
kode-kode program supaya program mudah untuk dimengerti, di tes dan
dimodifikasi”. Proses pemrograman komputer bukan hanya sekedar menulis suatu
urutan instruksi yang harus dikerjakan oleh komputer, akan tetapi bertujuan
untuk memecahkan masalah serta membuat mudah pekerjaan atau lainnya, yang
diinginkan oleh pemakai (user).
Program
merupakan pernyataan yang disusun menjadi satu kesatuan prosedur yang berupa
urutan langkah yang disusun secara logis
dan sistematis untuk menyelesaikan
suatu masalah dan merupakan kumpulan dari instruksi- instruksi yang tentunya
dalam bahasa komputer yang disusun secara logis dan sistematis serta dimengerti
oleh komputer yang bersangkutan, instruksi tersebut berfungsi untuk mengatur
pekerjaan apa saja yang akan dilakukan oleh komputer agar dapat memproses input
data menjadi output yang diharapkan dengan disertakan peralatan
pendukung yang dipakai di dalam perancangan program, sebagai berikut:
2.1.1 Konsep Dasar Program
Menurut
Jogiyanto (2005:217) Database adalah “kumpulan dari data yang saling
berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan disimpanan luar komputer dan
digunakan perangkat lunak tertentu untuk memanipulasinya”. Database merupakan salah satu komponen yang penting disistem
informasi karena berfungsi sebagai basis penyedia informasi bagi para
pemakainyaDalam membuat sebuah program komputer ada tujuan-tujuan yang ingin
dicapai, yaitu untuk mempermudah dalam melakukan suatu pekerjaan bagi para
pengguna, memecahkan suatu masalah yang dihadapi.
Dalam membuat sebuah program komputer,
ada beberapa karakteristik yang harus dimiliki seorang pembuat program (programmer). adapun
karakteristik yang harus dimiliki seorang programmer
menurut jogiyanto (2005,
hal. 217) yaitu :
1.
Memiliki pola pikir yang logis
2.
Memiliki
ketekunan dan ketelitian yang tinggi
3.
Memiliki
penguasaan bahasa pemrograman yang baik
4.
Memiliki pengetahuan teknik pemrograman yang baik
5.
Dapat bekerja sama dalam suatu tim
Seorang programmer yang tidak memiliki salah satu karakteristik tersebut
tidak bisa membuat suatu program yang baik. Karena suatu program dibuat
berdasarkan tujuan tertentu. Seperti membuat solusi dari pemecahan kasus,
meningkatkan kualitas dan kinerja suatu pekerjaan, dan membantu dalam proses
pengambilan keputusan.
Menurut Jogiyanto (2005,Hal. 217) Adapun
langkah-langkah yang harus dilakukan oleh seorang programmer dalam proses pemecahan suatu masalah dengan
menghubungkan program komputer, yaitu sebagai berikut:
a.
Menganalisa masalah
Untuk menemukan dan memahami persoalan, kemudian
dikembangkan dalam proses urutan logika untuk menyelesaikan masalah dalam
bentuk algoritma.
b.
Mendefinisikan masalah
Langkah ini dilakukan untuk menentukan banyak input,
output yang diinginkan dan sebagai gambaran tentang data yang akan
diproses serta informasi yang dihasilkan. Penjelasan tentang hal ini diperlukan
agar program yang disusun terarah dan akan menghasilkan informasi yang sesuai
dengan kebutuhan.
c. Memilih Bahasa Pemrograman
Penentuan
bahasa pemrograman ini sangat penting, apakah akan mempergunakan bahasa perakit
(assembly language) atau bahasa tingkat tinggi (high level language). Pada perancangan program ini, penulis
menggunakan bahasa pemrograman Microsoft Visual Foxpro 9.0
d. Membuat flowchart
Pembuatan flowchart
dapat membantu programmer dalam menggambarkan masalah secara fisik dan
menentukan prosedur-prosedur yang akan dipakai. Flowchart terdiri dari simbol-simbol yang mewakili fungsi-fungsi
langkah program dan garis alir (flow
lines) menunjukkan urutan dari simbol-simbol yang akan dikerjakan.
e. Merancang program dan membuat kode program
Dalam merancang program, akan lebih
realistis bila merancang suatu program dimulai dari atas menuju ke bawah (top down), yaitu dengan menentukan
kebutuhan secara umum terlebih dahulu, memecahnya menjadi modul-modul yang
lebih sederhana, memecahnya kembali modul-modul yang lebih sederhana lagi dan
seterusnya. Sehingga dalam merancang program dibutuhkan alat bantu seperti flowchart yang telah dibuat. Pada tahap
ini penulis selaku programmer dalam
langkah pembuatan program terlebih dahulu membuat database, mendesain interface untuk
aplikasi yang akan dibuat dengan cara membuat form dan menanamkan
beberapa objek pada form tersebut kemudian mengatur properti dari
masing-masing objek sesuai kebutuhan, setelah interface tersebut telah
sesuai dengan yang diinginkan, langkah selanjutnya adalah menulis listing
program atau pengkodean sesuai dengan proses-proses yang akan dijalankan
dari interface. Dalam kegiatan-kegiatan tersebut, terdapat kegiatan menghubungkan
aplikasi dengan database yang telah
dibuat sebelumnya jika memang diperlukan, baik dalam perancangan interface
maupun pada listing program.
f.
Melakukan test
program dan pelacakan kesalahan program
Sebelum diterapkan, maka program
harus bebas terlebih dahulu dari kesalahan-kesalahan. Oleh sebab itu perlunya
program ditest untuk menemukan kesalahan-kesalahan yang terjadi.
Kemungkinan kesalahan-kesalahan
dapat diklasifikasikan dalam tiga bentuk menurut Sutabri (2004,
hal. 8-9) yaitu :
a.
Syntax Error
Bentuk kesalahan program yang terjadi karena kesalahan
dalam hal penulisan instruksi didalam program.
b.
Run Time
Error
Bentuk kesalahan program yang terjadi karena adanya
proses aritmatik yang tidak dapat diproses.
c.
Logical
Error
Bentuk kesalahan yang terjadi karena kesalahan logika
program yang dibuat oleh programmer.
Jika ternyata di dalam program tersebut terdapat kesalahan, programmer
bisa melakukan perbaikan atau proses debug dengan fasilitas yang
tersedia.
g. Dokumentasi program
Dokumentasi yang
dilakukan adalah berupa catatan-catatan atau keterangan- keterangan
yang dibuat untuk menjelaskan urutan suatu program, yang berkaitan dengan
proses data yang akan dilakukan pada program tersebut. Dengan adanya
dokumentasi yang lengkap, maka dapat diketahui fungsi dari suatu program,
bentuk input, process serta susunan outputnya.
2.1.2 Peralatan Pendukung Program
Dalam membuat suatu rancangan program,
penulis menggunakan program Microsoft Visual Foxpro 9.0.Secara umum aplikasi
yang dibuat sesuai dengan tampilan dan cara kerja Windows. Dalam proses
perancangan program diperlukan peralatan yang mendukung untuk menentukan bentuk
data yang akan dijadikan sebagai input
dan apa saja yang akan dihasilkan akan menjadi output di dalam pembuatan program. Peralatan pendukung sangat
dibutuhkan oleh setiap programmer
untuk membantu mempermudah dalam pembuatan dan pembacaan logika dan algoritma
program serta membantu setiap programmer
untuk mengetahui alur program yang dibuat mulai dari input, proses dan output yang dihasilkan. Peralatan yang mendukung dalam
perancangan program meliputi konsep normalisasi, flowchart, hipo, pengkodean.
Adapun peralatan pendukung yang dipakai
oleh penulis dalam pembuatan program ini adalah :
1.
Normalisasi
Dalam membuat suatu program,
perancangan basis data yang baik sangatlah diperlukan agar cepat dalam
pengaksesan data dan mudah dalam memanipulasinya. Teknik normalisasi terhadap
struktur tabel merupakan salah satu untuk merancang basis data tersebut.
Menurut Marlinda (2004:115) ”Normalisasi
adalah proses pengelompokan atribute-atribute
dan suatu relasi sehingga membentuk well-structure relation. Normalisasi merupakan proses pengelompokan elemen data menjadi tabel-tabel
menunjukan entity dan relasinya”.
Pada proses normalisasi selalu diuji
pada beberapa kondisi. Apakah ada kesulitan selama proses delete , insert, atau update dalam
basis data yang disebut sebagai penyimpangan-penyimpangan atau dikenal dengan anomaly.
Macam-macam penyimpangan (Anomaly) yaitu :
a. Insertion
Anomaly
Yaitu, Error atau kesalahan yang terjadi sebagai akibat operasi meyisipkan
tupple atau record pada sebuah relasi.
b. Deletion
Anomaly
Yaitu, Error atau kesalahan yang terjadi sebagai akibat operasi
penghapusan terhadap tupple atau record pada sebuah relasi.
c. Update
Anomaly
Yaitu, Error atau kesalahan yang terjadi sebagai akibat operasi perubahan tupple atau record pada sebuah relasi.
Key adalah sebuah atau gabungan dari
beberapa atribut atau field yang
dapat membedakan semua record dalam
tabel secara unik. Artinya, jika suatu atribut dijadikan sebagai key maka tidak boleh ada dua lebih baris
data dengan nilai yang sama untuk atribut tersebut. Adapun macam-macam key menurut marlinda (2004, hal.
115) yaitu :
1.
Kunci
Super (Super key)
Yaitu, merupakan satu atau lebih atribut
yang dapat membedakan setiap baris data dalam sebuah tabel secara unik.
2.
Kunci
Calon (Candidate key)
Yaitu, merupakan kumpulan atribut minimal
yang dapat membedakan setiap baris data dalam sebuah tabel secara unik. Sebuah Candidate key tidak boleh berisi atribut
atau kumpulan atribut yang telah menjadi super
key yang lain
3.
Kunci
Primer (Primary key)
Adalah satu attribute atau satu set minimal attribute yang
mengidentifikasikan secara unik suatu kejadian spesifik dan dapat mewakili
setiap kejadian dari suatu entity.
4.
Kunci
Alternatif (Aternate key)
Adalah Candidate key yang tidak dijadikan Primary Key.
5.
Kunci
Gabungan (Composite key)
Adalah key yang terdiri dari dua atribut atau lebih, dimana
atribut-atribut tersebut bila berdiri sendiri tidak menjadi identitas record, tetapi bila dirangkaikan menjadi
satu kesatuan yang dapat mengidentifikasikan record secara unique.
6.
Kunci
Tamu (Foreign key)
Adalah non key atribut pada sebuah relasi yang juga menjadi primary key atribut pada relasi lainnya.
Foreign key biasanya digunakan sebagai penghubung antara record-record dari kedua relasi
tersebut.
Dalam pembuatan normalisasi terdapat beberapa tahap pembentukan
normalisasi, setiap tahap mempunyai bentuk normalisasi yang berbeda. Bentuk-bentuk normalisasi tersebut menurut marlinda (2004, hal. 115) antara
lain :
a.
Bentuk Tidak Normal (Unnormalized
Form)
Bentuk ini
merupakan kumpulan data yang tidak ada keharusan mengikuti format tertentu,
dapat saja data tidak lengkap atau terduplikasi.
b.
Bentuk
Normal Satu (First Normal
Form / 1 NF)
Bila relasi tersebut mempunyai nilai data
yang atomic, artinya tidak ada lagi
kerangkapan data.
c.
Bentuk
Normal Kedua (Second Normal
Form / 2 NF)
Bila relasi tersebut merupakan 1 NF dan
setiap atribut tergantung penuh pada primary
key.
d.
Bentuk
Normal Ketiga (Third Normal
Form / 3 NF)
Bila relasi merupakan 2 NF dan tidak
tergantung secara transitif pada primary
key.
e.
Bentuk
Normal Boyce-Codd (Boyce-Codd Normal Form / BCNF)
Bila relasi
merupakan 3 NF dan semua determinannya merupakan Candidate Key.
f.
Bentuk
Normal Empat (Fourth Normal
Form / 4 NF)
Bila relasi merupakan BCNF, yang mana
rinci data yang ada didalamnya tidak mengalami ketergantungan pada banyak nilai
atau semua rinci data yang mengalami ketergantungan pada banyak nilai adalah
juga mengalami ketergantungan.
g.
Bentuk
Normal Lima (Fifth
Normal Form / 5 NF)
Yaitu, suatu relasi berada dalam bentuk
normal kelima jika relasi data yang ada di dalam struktur data tidak dapat
direkonstruksikan dari struktur data yang memuat rinci data lebih sedikit
2.
Pengkodean
Menurut
Jogiyanto (2005:384) “struktur kode digunakan untuk tujuan mengklasifikasikan
data, memasukan data kedalam komputer dan mengambil bermacam-macam informasi
yang berhubungan dengannya”.
Di
dalam suatu program, sebuah kode mempunyai arti yang penting untuk tujuan pengklasifikasian
data. Kode dapat berbentuk huruf, angka, dan karakter-karakter khusus. Dalam
membuat suatu kode ada beberapa petunjuk. Berikut petunjuk pembuatan kode :
a.
Harus
mudah diingat
Agar mudah diingat, maka dapat dilakukan
dengan cara menghubungkan kode tersebut dengan obyek yang diwakili dengan
kodenya.
b.
Harus
unik
Kode harus
unik untuk masing-masing item yang
diwakilinya. Unik berarti kode tidak boleh kembar.
c.
Harus
fleksibel
Kode yang dibuat haruslah fleksibel
sehingga memungkinkan perubahan–perubahan atau penambahan item baru dapat tetap diwakili oleh kode.
d.
Harus
efisien
Kode dibuat sependek mungkin agar mudah
diingat dan efisien bila direkam disimpanan luar komputer.
e.
Harus
konsisten
Kode yang
dibuat haruslah konsisten dengan yang pergunakan.
f.
Harus
distandardisasi
Kode harus
distandardisasi untuk seluruh tingkatan dan departemen dalam organisasi. Kode
yang tidak standar akan mengakibatkan kebingungan, salah pengertian dan dapat
cenderung terjadi kesalahan pemakaian bagi yang menggunakan kode tersebut.
g.
Spasi
dihindari
Penggunaan spasi dalam kode sebaiknya
dihindari, karena dapat menyebabkan kesalahan di dalam menggunakannya.
h.
Menghindari
karakter yang mirip
Karakter –
karakter yang hampir serupa bentuk dan bunyi pengucapannya tidak digunakan
dalam pembuatan kode.
i.
Panjang
kode harus sama
Masing-masing
kode yang sejenis harus mempunyai panjang sama.
3.
Flowchart
Menurut Jogiyanto (2005:795)
mendefiniskan bahwa “Flowchart adalah bagan (chart) yang
menunjukkan alir di dalam program atau prosedur sistem secara logika.”
Ada dua metode yang digunakan dalam
penulisan flowchart :
a.
Sistem
Flowchart
Diagram alir yang menggambarkan suatu
sistem peralatan komputer yang digunakan dalam proses pengolahan data serta
hubungan antar perlatan tersebut.
b. Program Flowchart
Program alir yang menggambarkan urutan
logika dari suatu prosedur pemecahan masalah.
Sebelum kita membuat sebuah program komputer, yang harus kita
lakukan terlebih dahulu adalah membuat diagram alir (flowchart) yang
sering digunakan adalah program flowchart. Teknik
pembuatan flowchart terbagi menjadi dua bagian menurut jogiyanto (2005,
hal. 795) yaitu :
1. General
Way
Teknik pembuatan flowchart yang digunakan pada penyusunan logika dalam suatu program
pengulangan proses secara tidak langsung ( Non
Direct Loop).
2. Iteration
Way
Teknik pembuatan flowchart yang digunakan pada penyusunan logika program yang cepat
dan proses yang terjadi bersifat langsung (Direct
Loop)
4.
HIPO
Menurut Jogiyanto (2005:787) HIPO (Hierarchy
plus Input-Proses-Output) merupakan “metodologi yang dikembangkan dan
didukung oleh IBM. Tetapi kini HIPO juga telah digunakan alat
bantu untuk membuat spesifikasi program seperti :
a.
Menyediakan struktur untuk memahami fungsi dari sistem
b.
Menekankan fungsi yang harus diselesaikan oleh program
c.
Untuk penekanan input
yang digunakan dan output yang
dihasilkan oleh masing-masing fungsi pada tiap tingkatan dari diagram HIPO
d.
Menyediakan output
yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan pemakai (user)
Fungsi-fungsi dari system digambarkan
oleh HIPO daslam tiga tingkatan. Untuk
masing-masing tingkatan digambarkan dalam bentuk tersendiri, yaitu :
1.
Diagram
Visual Table Of Contents (VTOC)
Diagram yang menghubungkan fungsi-fungsi dari sistem
secara berjenjang.
2.
Diagram Over View
Diagram yang menunjukkan secara garis
besar hubungan dari input-proses-output.
3.
Diagram
Detail
Diagram yang menunjukkan atau yang berisi
elemen–elemen yang menggambarkan secara
rinci kerja dari fungsi.
2.1.3 Rancangan Keamanan Data
Masalah
keamanan data dalam suatu perusahaan sangatlah penting. Salah satu kunci
keberhasilan pengamanan sistem adalah adanya komitmen atau perhatian dari
pimpinan akan usaha untuk mengamankan sistem. Ada beberapa aspek dalam keamanan
data dan informasi menurut jogiyanto (2005, hal. 787) yaitu :
a.
Kerahasian (Confidentiality)
Kerahasiaan harus didefinisikan dengan baik
dan melalui suatu prosedur untuk menjaga kerahasiaan melalui identifikasi
dan otentikasi pengguna. Identifikasi yang baik dari
pengguna sistem memastikan efektifitas dari kebijakan yang menentukan hak akses
terhadap suatu data item.
b.
Keutuhan
(Integrity)
Keutuhan data harus mendapat perlindungan dari pengubahan tidak sah yang
disengaja. Tantangan dari program keamanan adalah memastikan bahwa data dijaga
dan berada pada kondisi yang diharapkan pengguna.
Unsur yang penting dalam melindungi data adalah proses modifikasi data yang
tidak sah. Untuk mengantisipasi masalah tersebut maka ditetapkanlah kontrol integrity :
1.
Memberi akses dengan dasar need to know,
Pengguna diberi akses hanya untuk program dan file yang diperlukan
sesuai dengan tugas dan fungsinya, agar pengguna dapat bekerja dengan efisien, access
privileges harus diberikan dengan bijaksana sehingga operasional menjadi
fleksibel.
2.
Memilah tugas-tugas, agar tidak ada petugas
yang mempunyai kontrol tunggal pada suatu transaksi dari awal sampai akhir,
maka tanggungjawab terhadap transaksi diberikan kepada lebih dari satu orang.
3.
Merotasi tugas-tugas, tugas pekerjaan harus
diubah pada selang waktu tertentu sehingga pengguna lebih sulit untuk bekerja sama dalam melakukan
kontrol yang lengkap dari suatu transaksi untuk tujuan yang negatif. Cara ini
efektif apabila diterapkan dengan memilah tugas-tugas. Permasalahan mungkin
akan muncul jika sumber daya staf yang terbatas dan program pelatihan yang
kurang memadai.
c.
Ketersediaan (Availability)
Ketersediaan data merupakan jaminan dari sistem komputer untuk dapat
diakses oleh pengguna yang berhak kapan saja diperlukan
2.2. Analisa
Perancangan Program
Dalam menganalisa sebuah perancangan
program banyak hal yang mesti di ketahui sebelumnya, agar program lebih mudah
dimengerti kemana tujuannya program itu berjalan. Salah satunya dengan
mengetahui alasan mengapa di buatnya sebuah program, yaitu dengan meninjau
permasalahan-permasalahan yang ada hingga tidak ada.
2.2.1 Tinjauan
Kasus
Penjualan
barang yang dilakukan oleh Toko ”XYZ” mengalami peningkatan seiring dengan
munculnya produk–produk baru yang berkualitas, sehingga membutuhkan kinerja dan
performance yang lebih baik seperti penanganan dokumen, prosedur
transaksi sampai membuat laporan penjualan yang dibutuhkan oleh pemilik
toko.
Adapun
prosedur penjualan pakaian pada Toko ”XYZ” adalah sebagai berikut :
1. Proses
pendataan pakaian
Setiap ada
pakaian yang masuk langsung dilakukan pemberian kode pakaian, nama pakaian, jenis pakaian, ukuran, harga dan
stok. Setelah itu dimasukkan ke dalam file pakaian yang diberi
nama form pakaian_p.
2. Proses
pendataan kasir
Data kasir
meliputi kode kasir sebanyak 5 karakter berupa inisial dari kode kasir, nama kasir, password. Kasir bisa melihat data barang dan melakukan transaksi
penjualan.
3. Proses transaksi
Setiap
transaksi penjualan dilakukan penginputan data ke dalam file transaksi dan
diberi nama form transaksi. Penginputan meliputi nomor faktur, kode
pakaian, nama pakaian, harga, stok, qty, jumlah stok, subtotal, total, uang
bayar, uang kembali, dan nama kasir.
4. Proses
pembuatan laporan
Setiap
bulan dibuatkan laporan-laporan baik laporan data barang maupun laporan
transaksi penjualan yang dimasukan kedalam laporan penjualan dan akan
memberikan kemudahan bagi Toko ”XYZ” dalam hal penyediaan informasi dari
data-data yang telah diproses.
2.2.2 Spesifikasi Rancangan Program
Dalam
merancang program dibutuhkan masukan yang akan diproses untuk menghasilkan
suatu keluaran yang baik. Untuk itu dibutuhkan beberapa spesifikasi rancangan
program dalam hal ini adalah rancangan bentuk masukan dan rancangan bentuk
keluaran. Adapun spesifikasi rancangan program sebagai berikut :
1.
Rancangan Bentuk Masukan
Rancangan bentuk masukan berguna untuk data apa saja yang dapat dimasukan
kedalam komputer dan nantinya akan diolah komputer. Rancangan bentuk masukan
tersebut sebagai berikut :
a) Nama
Form : pakaian_p
Fungsi : Untuk Mengelola data - data pakaian
Sumber
: Bagian
Administrasi
Tujuan :
Kasir
Frekuensi : Setiap ada pendataan barang
baru
Media :
Layar Monitor
Bentuk :
Lampiran A.1
b) Nama
Form : user
Fungsi : Untuk menginput data
- data kasir
Sumber : Bagian Administrasi
Tujuan : Pemilik toko
Frekuensi : Setiap ada penginputan
data kasir baru
Media :
Layar Monitor
Bentuk :
Lampiran A.2
2. Rancangan Bentuk Keluaran
Rancangan
bentuk keluaran sangat berguna didalam perancangan program aplikasi, sehingga
menuntut agar bentuk keluaran dapat menghasilkan data yang akurat. Adapun
bentuk keluaran yang dihasilkan sebagai berikut :
a) Nama
Dokumen : Struk Penjualan
Fungsi : Sebagai bukti
terjadinya transaksi penjualan
Sumber : Kasir
Tujuan : Pembeli
Frekuensi : Setiap terjadi transaksi
penjualan
Media : Kertas Cetak
Bentuk : Lampiran B.1
b) Nama
Dokumen : Laporan Transaksi penjualan
Fungsi : Untuk menampilkan
data transaksi
Sumber : Bagian Administrasi
Tujuan : Pemilik toko
Frekuensi : Perperiode
(bulanan,dan tahunan)
Media : Kertas Cetak
Bentuk : Lampiran B.2
3. Normalisasi File
Pada perancangan
program ini penulis menggunakan normalisasi sampai bentuk normal ketiga (3 NF),
yang digambarkan sebagai berikut:
a.)
Normalisasi Bentuk Tidak Normal (Unnormalized Form)

Gambar II.1 Bentuk Tidak Normal (Unnormalized Form)
b. Bentuk
Normal Kesatu (1NF)

Keterangan : * : Candidate
key
Gambar II.2 Bentuk Normal Kesatu (1NF)
c. Bentuk
Normal Kedua (2NF)

Keterangan
: * : Primary key
** :Foreign
key
Gambar II.3 Bentuk Normal
Kedua (2NF)
d.
Bentuk Normal Ketiga (3NF)

Keterangan
: * :Primary
key
** :Foreign
key
Gambar
II.4 Bentuk Normal Ketiga (3NF)
4. Spesifikasi File
Adapun spesifikasi file dalam perancangan
program yang digunakan adalah satu database
dan empat tabel yaitu database penjualan dan tabel pakaian, user, penjualan dan
detail penjualan dengan spesifikasi sebagai
berikut :
a.
Spesifikasi Tabel Pakaian
Nama Tabel : Pakaian
Akronim Table : Pakaian.dbf
Tipe File : TabelMaster
Fungsi :
Sebagai penyimpanan data pakaian
OrganisasiFile : Index
Sequential
AksesFile :
Random
Media :
Harddisk
Panjang Record : 69 Karakter
Kunci Field :
kdpak
Software : Microsoft
Visual Foxpro 9.0
Tabel II.1.
Tabel Pakaian
No
|
Elemen Data
|
Akronim
|
Tipe
|
Panjang
|
Keterangan
|
1
|
Kode Pakaian
|
Kdpak
|
Character
|
6
|
Primary Key
|
2
|
Nama Pakaian
|
Nmpak
|
Character
|
40
|
|
3
|
Jenis
|
Jenispak
|
Character
|
10
|
|
4
|
Harga Pakaian
|
Hargapak
|
Numeric
|
7
|
|
5
|
Ukuran
|
Ukuran
|
Numeric
|
2
|
|
6.
|
Stok
|
Stok
|
Numeric
|
4
|
b.
Spesifikasi Tabel User
Nama Tabel : User
Akronim Table :user.dbf
Tipe File : TabelMaster
Fungsi : Sebagai
penyimpanan data user
OrganisasiFile : Index
Sequential
AksesFile :
Random
Media : Harddisk
Panjang
Record : 30Karakter
Kunci Field :
kdkasir
Software : Microsoft Visual Foxpro 9.0
Tabel II.2.
Tabel User
No
|
Elemen Data
|
Akronim
|
Tipe
|
Panjang
|
Keterangan
|
1
|
Kode kasir
|
Kdkasir
|
Character
|
5
|
Primary Key
|
2
|
Nama kasir
|
Nmkasir
|
Character
|
20
|
|
3
|
Password
|
Pass
|
Character
|
5
|
|
4
|
Jabatan
|
Jabatan
|
Character
|
5
|
c.
Spesifikasi Tabel Transaksi
Nama Tabel : Transaksi
Akronim Table :transaksi.dbf
Tipe File : Tabel Transaksi
Fungsi : Sebagai
penyimpanan data transaksi / penjualan
OrganisasiFile : Index
Sequential
AksesFile :
Random
Media : Harddisk
Panjang
Record : 50Karakter
Kunci Field : nofak
Software : Microsoft
Visual Foxpro 9.0
Tabel II.3.
Tabel Transaksi
No
|
Elemen Data
|
Akronim
|
Tipe
|
Panjang
|
Keterangan
|
1.
|
Nomor struk
|
Nostruk
|
Character
|
10
|
Primary Key
|
2.
|
Tanggal struk
|
Tglstruk
|
Date
|
8
|
|
3.
|
Total
|
Total
|
Numeric
|
8
|
|
4.
|
Uang Bayar
|
Bayar
|
Numeric
|
8
|
|
5.
|
Kode kasir
|
Kdkasir
|
Character
|
5
|
Foreign Key
|
6.
|
Uang Kembali
|
Kembali
|
Numeric
|
8
|
|
7.
|
Quantity
|
Qty
|
Numeric
|
3
|
d.
Spesifikasi Tabel Detail Penjualan
Nama Tabel : Detail Penjualan
Akronim Table : Detailpenjualan.dbf
Tipe File : Tabel Transaksi
Fungsi : Sebagai
penyimpanan data transaksi penjualan
OrganisasiFile : Index
Sequential
AksesFile :
Random
Media : Harddisk
Panjang
Record : 27 Karakter
Kunci Field :
-
Software : Microsoft
Visual Foxpro
Tabel II.4.
Tabel Detailpenjualan
No
|
Elemen Data
|
Akronim
|
Tipe
|
Panjang
|
Keterangan
|
1
|
Quantity
|
Qty
|
Numeric
|
3
|
|
2
|
Subtotal
|
Subtotal
|
Numeric
|
8
|
|
3
|
Nostruk
|
Nostruk
|
Character
|
10
|
Foreign Key
|
4
|
Kode Pakaian
|
Kdpak
|
Character
|
6
|
Foreign Key
|
5. Struktur Kode
Struktur kode dibuat agar penginputan atau perekaman
data dapat dilakukan dengan cepat sehingga mempermudah proses kerja program.
Dibawah ini dijelaskan teknik pengkodean berdasarkan elemen data yang digunakan
yaitu :
1.
Nama
Kode : Kdpak
Fungsi : Mengetahui
data pakaian
Panjang : 5 Digit
Tipe : Karakter
Format :
X
|
X
|
9
|
9
|
9
|
Kode Merk Pakaian
Contoh :
B
|
A
|
9
|
2
|
4
|
2.
Nama Kode :
Nostruk
Fungsi : Mengetahui Data Transaksi
Penjualan
Panjang : 8 Digit
Tipe : Karakter
Format :
9
|
9
|
9
|
9
|
9
|
9
|
9
|
9
|
Contoh : 11100001
Keterangan : Struk dengan nomor
urut 01
3.
Nama
Kode : Kode User
Fungsi : Mengetahui
data user
Panjang : 5 Digit
Tipe : Karakter
Format :
9
|
Contoh :
MR111
Keterangan :
User dengan nomor 111
6. Spesifikasi Program (HIPO)

Gambar II.5.
Diagram HIPO
Spesifikasi
program berisi tentang program yang penulis buat dan merupakan uraian mengenai
proses yang ada dalam program. Adapun proses yang terjadi dalam program
tersebut, sebagai berikut:
a.) Spesifikasi
Program Login
Nama
Program : Login
Akronim
Program: login.scx
Package Program : Microsoft
Visual FoxPro 9.0
Fungsi
Program : Pengamanan database pada Menu Utama
Bentuk
Form : Lampiran C.1.
Tombol : 1. Masuk
2.
Keluar
Proses:
a.
Masuk, dipergunakan untuk menampilkan Menu.
b.
Keluar, dipergunakan untuk keluar dari program Password.
b.) Spesifikasi Program Menu
Nama Program : Menuutama
Akronim Program : menuutama.scx
Package Program : Microsoft
Visual FoxPro 9.0
Fungsi
Program : Menampilkan Menuyang di dalamnya terdapat
sub-sub program.
Bentuk Form : Lampiran C.2.
Prosesnya ,
yaitu:
a.
Master, terbagi menjadi : 1. Master Pakaian
2.
Master User
b.
Transaksi, terbagi menjadi : 1. Penjualan
c.
Laporan, terbagi menjadi : 1. Laporan Penjualan
d.
Keluar
c.) Spesifikasi Program Master
Pakaian
Nama Program : Pakaian
Akronim Program : pakaian.scx
Package Program : Microsoft
Visual FoxPro 9.0
Fungsi
Program : Menampilkan Program Master Pakaian agar dapat menambah kode,
simpan, batal, ubah, hapus,
cari dan keluar.
Bentuk Form : Lampiran
C.3.
Tombol : 1. Tambah
2. Simpan
3.
Batal
4.
Ubah
5.
Hapus
6.
Cari
7.
Keluar
Tombol Navigasi : 1. |< (Awal)
2.
< (Maju)
3.
> (Mundur)
4.
>| (Akhir)
Proses:
a. Kode,
digunakan untuk menambah data barang.
b. Simpan,
digunakan untuk menyimpan data barang.
c. Batal,
digunakan untuk membatalkan pemasukan data barang.
d. Ubah,
digunakan untuk merubah data barang yang ada.
e. Hapus,
digunakan untuk menghapus data barang.
f. Cari,
digunakan untuk mencari data barang.
g. Keluar,
digunakan untuk keluar dari program MasterBarang.
h. Tombol Navigasi, digunakan untuk melakukan
pencarian pada data barangagar dapat diubah atau dihapus.
d.) Spesifikasi Program Master
User
Nama Program : User
Akronim Program : user.scx
Package Program : Microsoft
Visual FoxPro 9.0
Fungsi
Program : Menampilkan Program Master user agar dapat menambah, simpan, batal,
ubah, hapus, cari dan keluar.
Bentuk Form : Lampiran C.4.
Tombol : 1. Kode
2.
Simpan
3.
Batal
4.
Ubah
5.
Hapus
6.
Keluar
Tombol Navigasi : 1. |< (Awal)
2.
< (Maju)
3.
> (Mundur)
4.
>| (Akhir)
Proses:
a. Kode,
digunakan untuk menambah data pengguna.
b. Simpan,
digunakan untuk menyimpan data pengguna.
c. Batal,
digunakan untuk membatalkan pemasukan data pengguna.
d. Ubah,
digunakan untuk merubah data pengguna yang ada.
e. Hapus,
digunakan untuk menghapus data pengguna.
f. Keluar,
digunakan untuk keluar dari program MasterPengguna.
g. Tombol Navigasi, digunakan untuk melakukan
pencarian pada data Pengguna agar dapat diubah atau dihapus.
e.) Spesifikasi Program
Transaksi
Nama Program : Transaksi
Akronim Program : transaksi.scx
Package Program : Microsoft
Visual FoxPro 9.0
Fungsi
Program : Menampilkan Program Transaksi Penjualan agar dapat melakukan kode faktur baru,
simpan dengan langsung mencetak,, batal, Lagi, hapus, cari dan keluar.
Bentuk Form : Lampiran C.5.
Tombol : 1. Tambah
2.
Simpan dan Cetak
3.
Batal
4.
Hapus
5.
Keluar
Tombol Navigasi : 1. |< (Awal)
2.
< (Maju)
3.
> (Mundur)
4.
>| (Akhir)
Proses:
a. Tambah,
digunakan untuk menambah data transaksi penjualan.
b. Simpan dan Cetak, digunakan untuk menyimpan
data transaksi penjualan dan mencetak faktur penjualan
c. Batal,
digunakan untuk membatalkan pemasukan data transaksi penjualan.
d. Lagi, Digunakan untuk menambah transaksi
penjualan.
e. Hapus,
digunakan untuk menghapus data transaksi penjualan.
f. Keluar,
digunakan untuk keluar dari program Transaksi Penjualan.
g. Tombol Navigasi, digunakan untuk melakukan
pencarian pada data transaksi penjualan agar dapat dihapus.
f.) Spesifikasi Program Cetak
Laporan Penjualan
Nama Program : Laporan Penjualan
Akronim Program : laporanpenjualan.scx
Package Program : Microsoft
Visual FoxPro 9.0
Fungsi Program : Mencetak Laporan
penjualan
Bentuk Form : Lampiran C.6.
Tombol : 1. Batal
2.
Keluar
Proses:
a. Batal,
digunakan untuk membatalkan pencetakan data transaksi penjualan.
b. Keluar,
dipergunakan untuk keluar dari program Cetak Laporan Penjualan
7. Program Flowchart
Program Flowchart
digunakan untuk menunjukkan langkah-langkah yang dijadikan program tunggal
komputer dengan bentuk gambar sebagai berikut:
1.
Program Flowchart
Login

Gambar II.6. Flowchart Login
2.
Program Flowchart Menu Utama (Admin)

Gambar
II.7. Flowchart Menu Utama (Admin)
3.
Program Flowchart Menu Utama2 (Kasir)

Gambar II.8.
Flowchart Menu Utama2 (Kasir)
4. Program Flowchart Master Pakaian

Gambar
II.9. Flowchart Master
Pakaian
5. Program Flowchart Kasir

Gambar
II.10. Flowchart Master Kasir
6. Program Flowchart Transaksi
Penjualan
7. Program Flowchart Cetak Laporan Penjualan
Gambar II.12. Flowchart Cetak
Laporan Penjualan
2.2.3
Sarana
Pendukung Program
Komputer adalah alat yang dapat
menerima data, mengolah data, menyimpan data serta menghasilkan informasi yang
kita inginkan. Munculnya komputer sebagai alat bantu manusia dalam
menyelesaikan permasalahan yang ada dalam suatu organisasi ataupun instansi
sangat berdampak positif, karena kemampuan komputer dalam pengolahan data
sangat cepat sehingga lebih efisien dan efektifitas kerja akan lebih baik.
Sarana
pendukung program tersebut meliputi perangkat keras dan perangkat lunak yang
mana sarana pendukung tersebut harus dapat terintegrasi dengan baik, sehingga
dapat mewujudkan hasil yang diharapkan.
a. Perangkat Keras
Perangkat keras adalah komponen
komputer secara fisik dapat dijamah dan dapat
membentuk suatu sistem. Bagian - bagian pokok perangkat keras meliputi masukan (input),
CPU (Central Processing Unit), tempat penyimpanan (secondary memory)
dan keluaran (output). Adapun perangkat keras minimal yang dipergunakan untuk program ini adalah
sebagai berikut :
a.
Processor : N550
b. Memory Size (RAM) :
1 GB
c. Monitor :
10 “ inchi
d.Harddisk :
160 GB
e.
Keyboard : 107 Keys
f.
Mouse : Standard
Mouse
h. Printer : Dot
Matrix
b. Perangkat
Lunak
Perangkat lunak adalah suatu rangkaian atau susunan
instruksi yang harus benar dengan urutan-urutan yang benar pula. Keberadaan
perangkat lunak selalu menyertai perangkat keras yang ada. Adapun perangkat
lunak yang dipergunakan dalam pembuatan program tugas akhir ini adalah sebagai
berikut :
a.
Sistem Operasi : Windows 7
b.
Bahasa Program : Microsoft
Visual Foxpro 9 .
c.
Konfigurasi Sistem Komputer
Merupakan jenis perangkat lunak yang terpenting dalam lingkungan pengolahan
data karena tanpa sistem operasi sebuah komputer tidak akan bisa digunakan dan
tidak ada manfaatnya.
Adapun gambar konfigurasi komputer yang dipergunakan dalam perancangan
program pada tugas akhir ini adalah sebagai berikut :
![]() |
Gambar
II.13. Konfigurasi Sistem komputer
PENUTUP
3.1.
Kesimpulan
Berdasarkan
uraian yang telah dibahas pada bab-bab sebelumnya, akhirnya mencoba menarik
kesimpulan mengenai perancangan program penjualan pakaian secara tunai pada Toko “XYZ” menggunakan
microsoft visual Foxpro 9.0 yaitu
sebagai berikut:
a.
Sistem
penjualan pada Toko Pakaian “XYZ” dapat berjalan lancar jika sistemnya sudah
terkomputerisasi.
b.
Dengan
adanya program aplikasi komputer maka akan mempermudah pemecahan suatu masalah
dan pekerjaan menjadi lebih cepat dan efisien.
c.
Kemungkinan
terjadinya kesalahan dalam penanganan data-data transaksi menjadi lebih kecil
bila dibandingkan dengan penanganan secara manual.
d.
Data-data
transaksi menjadi lebih terorganisir, sehingga apabila diperlukan informasi
yang diinginkan akan tersedia dengan cepat dan akurat serta efisien bagi bagian
keuangan suatu badan usaha.
3.2.
Saran-saran
Saran-saran
yang dapat penulis berikan setelah selesainya Tugas Akhir ini adalah sebagai
berikut:
a. Sebagai tahap awal penggunaan program ini,
sebelumnya perlu diadakan pelatihan kepada pengguna program untuk memberikan
petunjuk penggunaan dan mengantisipasi terjadinya kesalahan dalam penggunaannya
nanti.
b. Dalam mengatasi masalah keusangan sistem,
maka pengguna dianjurkan untuk memperbaharui sebagian program aplikasi yang ada
untuk melengkapi kelemahan dari program secara berkala.
c. Untuk mempermudah proses pengolahan data
maka diperlukan sarana pendukung yang baik. Sarana pendukung tersebut terdiri
dari perangkat keras, perangkat lunak dan user itu sendiri.
d. Program aplikasi ini pastinya memerlukan
perawatan yang baik. Berupa pemeliharaan perangkat keras maupun perangkat
lunaknya secara rutin agar tidak timbul masalah apabila program aplikasi ini di
gunakan secara terus menerus.
DAFTAR PUSTAKA
Firgiawansyah,
Irwan. 2005 . Tips Membangun Aplikasi Cantik Dengan Microsoft Visual FoxPro 9.0
.Yogyakarta : Andi Offset.
Jogiyanto H.M. 2005.
Analisa dan Desain sistem Informasi. Yogyakarta : Andi Offset
Marlinda, Linda.
2004. Sistem Basis Data. Yogyakarta : Andi Offset
Supardi, Yuniar.
2007 . Teknik Pemrograman Microsoft Visual FoxPro 9.0 dengan MySQL. Jakarta :
PT Elex Media Komputindo
Sutabri, Tata. 2004 .Pemrograman Terstruktur. Yogyakarta : Andi Offset.
