Rabu, 14 Oktober 2015

PERANCANGAN PROGRAM PENJUALAN PAKAIAN SECARA TUNAI PADA TOKO “XYZ” MENGGUNAKAN MICROSOFT VISUAL FOXPRO 9.0



PERANCANGAN PROGRAM PENJUALAN PAKAIAN SECARA TUNAI PADA TOKO “XYZ” MENGGUNAKAN MICROSOFT VISUAL FOXPRO 9.0



 




TUGAS AKHIR
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan Program Diploma Tiga (D.III)



MIRAWATI
NIM:  11083641



Jurusan Komputerisasi Akuntansi
Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika
Jakarta
2011







BAB I
PENDAHULUAN
                                                                                                             
1.1       Latar Belakang
            Kemajuan dalam bidang tekhnologi pada masa ini menuntut manusia untuk selalu berusaha mengikuti perkembangannya guna membantu memenuhi kebutuhan informasi. Komputer merupakan salah satu media bantu dalam penulisan, pemrosesan, pengolahan data yang semakin canggih dan efisien. Dengan media komputer, maka perusahaan dapat memberikan data–data yang akurat, cepat dan efisien serta dapat disimpan dengan sistem proteksi, dimana data dapat terlindungi dari berbagai resiko dan dapat mengantisipasi kesalahan yang mungkin terjadi seperti gangguan listrik, kerusakan dokumen dan lain–lain, tidak terkecuali dalam bidang penjualan.
            Usaha yang dijalani oleh Toko “XYZ” adalah usaha yang bergerak dibidang penjualan pakaian. Sebagai suatu usaha yang bersifat memberikan pelayanan kepada para konsumennya, maka kecepatan dan ketepatan dalam mengolah data sangatlah penting, guna meningkatkan kepuasan konsumen itu sendiri dan mempercepat proses penyusunan laporan penjualan. Otomatis kinerja serta produktivitas toko itu sendiri akan meningkat, sudah seharusnya dilakukan dengan cara komputerisasi agar dapat mengurangi tingkat kesalahan dalam pengolahan data.
            Untuk mengatasi permasalahan tersebut sehingga dilakukan proses perancangan sebuah program pengolahan data menggunakan microsoft visual Foxpro 9.0 menjadi informasi, khususnya dalam mengatasi masalah tersebut dan dituangkan kedalam Tugas Akhir dengan judul: “Perancangan Program Penjualan Pakaian Secara Tunai Pada Toko “XYZMenggunakan Microsoft Visual Foxpro 9.0

1.2       Maksud dan Tujuan
            Maksud dari penulisan Tugas Akhir ini adalah:
a.                     Merancang pengolahan data dalam penjualan pada Toko “XYZ” dengan menggunakan program microsoft visual foxpro 9.0
b.                     Memberikan informasi data penjualan yang cepat dan efisien tanpa mengurangi keakuratan informasi data yang diberikan.
c.         Untuk ikut serta dalam perkembangan dunia bisnis menggunakan sistem yang terkomputerisasi.
d.                     Mengimplementasikan ilmu yang telah di dapat selama mengikuti perkuliahan di jurusan Komputerisasi Akuntansi Pada Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika (AMIK BSI).
Tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini Sebagai salah satu syarat kelulusan Program Diploma Tiga (D.III) Jurusan Komputerisasi Akuntansi di Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika (AMIK BSI).

1.3       Metode Penelitian
            Dalam penulisan tugas akhir ini, digunakan metode penelitian yang merupakan rencana tentang cara pengumpulan data, dimana data-data tersebut akan diolah dan disusun untuk dituangkan dalam bentuk laporan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam menyusun tugas akhir ini, dilakukan dengan beberapa cara diantaranya :
1.      Observasi (Observation)
Suatu bentuk metode penelitian yang menggunakan proses pengamatan objek     pada toko pakaian yang berkaitan dengan tugas akhir ini.
2.       Studi Pustaka (Library Research)
Penulis mengumpulkan buku-buku penunjang seperti buku panduan tugas akhir, buku-buku mengenai program, catatan perkuliahan, koran dan majalah serta penggunaan media release yaitu internet untuk menunjang penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini.

1.4     Ruang Lingkup
          Dalam penyusunan Tugas Akhir (TA) ini, dibatasi ruang lingkup permasalahan yang akan diambil mengenai proses pengolahan input data pakaian, input data user, input data transaksi penjualan, sampai tahap pembuatan laporan data pakaian perperiode (Pertahun, Perbulan) dan menghasilkan keluaran (output) berupa struk penjualan.
 
BAB II
PEMBAHASAN

2.1              Landasan Teori
Menurut Jogiyanto (2005:582) pengertian pemrograman (programming) dapat diartikan sebagai “Kegiatan menulis kode program yang akan dieksekusi oleh komputer.
Menurut Sutabri (2004:2) Pemrograman terstruktur adalah “Suatu tindakan untuk mengorganisasikan dan membuat kode-kode program supaya program mudah untuk dimengerti, di tes dan dimodifikasi”. Proses pemrograman komputer bukan hanya sekedar menulis suatu urutan instruksi yang harus dikerjakan oleh komputer, akan tetapi bertujuan untuk memecahkan masalah serta membuat mudah pekerjaan atau lainnya, yang diinginkan oleh pemakai  (user).
Program merupakan pernyataan yang disusun menjadi satu kesatuan prosedur yang berupa urutan langkah yang disusun secara logis dan sistematis untuk menyelesaikan suatu masalah dan merupakan kumpulan dari instruksi- instruksi yang tentunya dalam bahasa komputer yang disusun secara logis dan sistematis serta dimengerti oleh komputer yang bersangkutan, instruksi tersebut berfungsi untuk mengatur pekerjaan apa saja yang akan dilakukan oleh komputer agar dapat memproses input data menjadi output yang diharapkan dengan disertakan peralatan pendukung yang dipakai di dalam perancangan program, sebagai berikut:

2.1.1    Konsep Dasar Program
Menurut Jogiyanto (2005:217) Database adalah “kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan disimpanan luar komputer dan digunakan perangkat lunak tertentu untuk memanipulasinya”. Database merupakan salah satu komponen yang penting disistem informasi karena berfungsi sebagai basis penyedia informasi bagi para pemakainyaDalam membuat sebuah program komputer ada tujuan-tujuan yang ingin dicapai, yaitu untuk mempermudah dalam melakukan suatu pekerjaan bagi para pengguna, memecahkan suatu masalah yang dihadapi.
Dalam membuat sebuah program komputer, ada beberapa karakteristik yang harus dimiliki seorang pembuat program (programmer). adapun karakteristik yang harus dimiliki seorang programmer menurut jogiyanto (2005, hal. 217)  yaitu :
1.         Memiliki pola pikir yang logis
2.         Memiliki ketekunan dan ketelitian yang tinggi
3.                  Memiliki penguasaan bahasa pemrograman yang baik
4.         Memiliki pengetahuan teknik pemrograman yang baik
5.         Dapat bekerja sama dalam suatu tim
Seorang programmer yang tidak memiliki salah satu karakteristik tersebut tidak bisa membuat suatu program yang baik. Karena suatu program dibuat berdasarkan tujuan tertentu. Seperti membuat solusi dari pemecahan kasus, meningkatkan kualitas dan kinerja suatu pekerjaan, dan membantu dalam proses pengambilan keputusan.
Menurut Jogiyanto (2005,Hal. 217) Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan oleh seorang programmer dalam proses pemecahan suatu masalah dengan menghubungkan program komputer, yaitu sebagai berikut:
a.       Menganalisa masalah
Untuk menemukan dan memahami persoalan, kemudian dikembangkan dalam proses urutan logika untuk menyelesaikan masalah dalam bentuk algoritma.
b.      Mendefinisikan masalah
Langkah ini dilakukan untuk menentukan banyak input, output yang diinginkan dan sebagai gambaran tentang data yang akan diproses serta informasi yang dihasilkan. Penjelasan tentang hal ini diperlukan agar program yang disusun terarah dan akan menghasilkan informasi yang sesuai dengan kebutuhan.
c.       Memilih Bahasa Pemrograman
Penentuan bahasa pemrograman ini sangat penting, apakah akan mempergunakan bahasa perakit (assembly language) atau bahasa tingkat tinggi (high level language). Pada perancangan program ini, penulis menggunakan bahasa pemrograman Microsoft Visual Foxpro 9.0
d.      Membuat flowchart
Pembuatan flowchart dapat membantu programmer dalam menggambarkan masalah secara fisik dan menentukan prosedur-prosedur yang akan dipakai. Flowchart terdiri dari simbol-simbol yang mewakili fungsi-fungsi langkah program dan garis alir (flow lines) menunjukkan urutan dari simbol-simbol yang akan dikerjakan.
e.       Merancang program dan membuat kode program
Dalam merancang program, akan lebih realistis bila merancang suatu program dimulai dari atas menuju ke bawah (top down), yaitu dengan menentukan kebutuhan secara umum terlebih dahulu, memecahnya menjadi modul-modul yang lebih sederhana, memecahnya kembali modul-modul yang lebih sederhana lagi dan seterusnya. Sehingga dalam merancang program dibutuhkan alat bantu seperti flowchart yang telah dibuat. Pada tahap ini penulis selaku programmer dalam langkah pembuatan program terlebih dahulu membuat database, mendesain interface untuk aplikasi yang akan dibuat dengan cara membuat form dan menanamkan beberapa objek pada form tersebut kemudian mengatur properti dari masing-masing objek sesuai kebutuhan, setelah interface tersebut telah sesuai dengan yang diinginkan, langkah selanjutnya adalah menulis listing program atau pengkodean sesuai dengan proses-proses yang akan dijalankan dari interface. Dalam kegiatan-kegiatan tersebut, terdapat kegiatan menghubungkan aplikasi dengan database yang telah dibuat sebelumnya jika memang diperlukan, baik dalam perancangan interface maupun pada listing program. 
f.        Melakukan test program dan pelacakan kesalahan program
Sebelum diterapkan, maka program harus bebas terlebih dahulu dari kesalahan-kesalahan. Oleh sebab itu perlunya program ditest untuk menemukan kesalahan-kesalahan yang terjadi.
Kemungkinan kesalahan-kesalahan dapat diklasifikasikan dalam tiga bentuk menurut Sutabri (2004, hal. 8-9) yaitu :
a.       Syntax Error
Bentuk kesalahan program yang terjadi karena kesalahan dalam hal penulisan instruksi didalam program.
b.       Run Time Error
Bentuk kesalahan program yang terjadi karena adanya proses aritmatik yang tidak dapat diproses.
c.       Logical Error
Bentuk kesalahan yang terjadi karena kesalahan logika program yang dibuat oleh programmer.
Jika ternyata di dalam program tersebut terdapat kesalahan, programmer bisa melakukan perbaikan atau proses debug dengan fasilitas yang tersedia.
g.        Dokumentasi program
 Dokumentasi yang dilakukan adalah berupa catatan-catatan atau keterangan-     keterangan yang dibuat untuk menjelaskan urutan suatu program, yang berkaitan dengan proses data yang akan dilakukan pada program tersebut. Dengan adanya dokumentasi yang lengkap, maka dapat diketahui fungsi dari suatu program, bentuk input, process serta susunan outputnya.
2.1.2    Peralatan Pendukung Program
Dalam membuat suatu rancangan program, penulis menggunakan program Microsoft Visual Foxpro 9.0.Secara umum aplikasi yang dibuat sesuai dengan tampilan dan cara kerja Windows.  Dalam proses perancangan program diperlukan peralatan yang mendukung untuk menentukan bentuk data yang akan dijadikan sebagai input dan apa saja yang akan dihasilkan akan menjadi output di dalam pembuatan program. Peralatan pendukung sangat dibutuhkan oleh setiap programmer untuk membantu mempermudah dalam pembuatan dan pembacaan logika dan algoritma program serta membantu setiap programmer untuk mengetahui alur program yang dibuat mulai dari input, proses dan output yang dihasilkan. Peralatan yang mendukung dalam perancangan program meliputi konsep normalisasi, flowchart, hipo, pengkodean.
Adapun peralatan pendukung yang dipakai oleh penulis dalam pembuatan program ini adalah :
1.                  Normalisasi
Dalam membuat suatu program, perancangan basis data yang baik sangatlah diperlukan agar cepat dalam pengaksesan data dan mudah dalam memanipulasinya. Teknik normalisasi terhadap struktur tabel merupakan salah satu untuk merancang basis data tersebut.
Menurut Marlinda (2004:115) ”Normalisasi adalah proses pengelompokan atribute-atribute dan suatu relasi sehingga membentuk well-structure relation. Normalisasi merupakan proses pengelompokan elemen data menjadi tabel-tabel menunjukan entity dan relasinya”.
Pada proses normalisasi selalu diuji pada beberapa kondisi. Apakah ada kesulitan selama proses delete , insert, atau update dalam basis data yang disebut sebagai penyimpangan-penyimpangan atau dikenal dengan anomaly.
Macam-macam penyimpangan (Anomaly) yaitu :
a.      Insertion Anomaly
Yaitu, Error atau kesalahan yang terjadi sebagai akibat operasi meyisipkan tupple atau record pada sebuah relasi.
b.      Deletion Anomaly
Yaitu, Error atau kesalahan yang terjadi sebagai akibat operasi penghapusan terhadap tupple atau record pada sebuah relasi.
c.       Update Anomaly
Yaitu, Error atau kesalahan yang terjadi sebagai akibat operasi perubahan tupple atau record pada sebuah relasi.
Key adalah sebuah atau gabungan dari beberapa atribut atau field yang dapat membedakan semua record dalam tabel secara unik. Artinya, jika suatu atribut dijadikan sebagai key maka tidak boleh ada dua lebih baris data dengan nilai yang sama untuk atribut tersebut. Adapun macam-macam key menurut marlinda (2004, hal. 115)  yaitu :
1.       Kunci Super (Super key)
Yaitu, merupakan satu atau lebih atribut yang dapat membedakan setiap baris data dalam sebuah tabel secara unik.
2.       Kunci Calon (Candidate key)
Yaitu, merupakan kumpulan atribut minimal yang dapat membedakan setiap baris data dalam sebuah tabel secara unik. Sebuah Candidate key tidak boleh berisi atribut atau kumpulan atribut yang telah menjadi super key yang lain


3.       Kunci Primer (Primary key)
Adalah satu attribute atau satu set minimal attribute yang mengidentifikasikan secara unik suatu kejadian spesifik dan dapat mewakili setiap kejadian dari suatu entity.
4.       Kunci Alternatif (Aternate key)
Adalah Candidate key yang tidak dijadikan Primary Key.
5.       Kunci Gabungan (Composite key)
Adalah key yang terdiri dari dua atribut atau lebih, dimana atribut-atribut tersebut bila berdiri sendiri tidak menjadi identitas record, tetapi bila dirangkaikan menjadi satu kesatuan yang dapat mengidentifikasikan record secara unique.
6.       Kunci Tamu (Foreign key)
Adalah non key atribut pada sebuah relasi yang juga menjadi primary key atribut pada relasi lainnya. Foreign key  biasanya digunakan sebagai penghubung antara record-record dari kedua relasi tersebut.
Dalam pembuatan normalisasi terdapat beberapa tahap pembentukan normalisasi, setiap tahap mempunyai bentuk normalisasi yang berbeda. Bentuk-bentuk normalisasi tersebut menurut marlinda (2004, hal. 115) antara lain :
a.       Bentuk Tidak Normal (Unnormalized Form)
Bentuk ini merupakan kumpulan data yang tidak ada keharusan mengikuti format tertentu, dapat saja data tidak lengkap atau terduplikasi.


b.       Bentuk Normal Satu (First Normal Form / 1 NF)
Bila relasi tersebut mempunyai nilai data yang atomic, artinya tidak ada lagi kerangkapan data.
c.       Bentuk Normal Kedua (Second Normal Form / 2 NF)
Bila relasi tersebut merupakan 1 NF dan setiap atribut tergantung penuh pada primary key.
d.       Bentuk Normal Ketiga (Third Normal Form / 3 NF)
Bila relasi merupakan 2 NF dan tidak tergantung secara transitif pada primary key.
e.       Bentuk Normal Boyce-Codd (Boyce-Codd Normal Form / BCNF)
Bila relasi merupakan 3 NF dan semua determinannya merupakan Candidate Key.
f.        Bentuk Normal Empat (Fourth Normal Form / 4 NF)
Bila relasi merupakan BCNF, yang mana rinci data yang ada didalamnya tidak mengalami ketergantungan pada banyak nilai atau semua rinci data yang mengalami ketergantungan pada banyak nilai adalah juga mengalami ketergantungan.
g.       Bentuk Normal Lima (Fifth Normal Form / 5 NF)
Yaitu, suatu relasi berada dalam bentuk normal kelima jika relasi data yang ada di dalam struktur data tidak dapat direkonstruksikan dari struktur data yang memuat rinci data lebih sedikit

2.                  Pengkodean
Menurut Jogiyanto (2005:384) “struktur kode digunakan untuk tujuan mengklasifikasikan data, memasukan data kedalam komputer dan mengambil bermacam-macam informasi yang berhubungan dengannya”.
Di dalam suatu program, sebuah kode mempunyai arti yang penting untuk tujuan pengklasifikasian data. Kode dapat berbentuk huruf, angka, dan karakter-karakter khusus. Dalam membuat suatu kode ada beberapa petunjuk. Berikut petunjuk pembuatan kode :
a.       Harus mudah diingat
Agar mudah diingat, maka dapat dilakukan dengan cara menghubungkan kode tersebut dengan obyek yang diwakili dengan kodenya.
b.       Harus unik
Kode harus unik untuk masing-masing item yang diwakilinya. Unik berarti kode tidak boleh kembar.
c.       Harus fleksibel
Kode yang dibuat haruslah fleksibel sehingga memungkinkan perubahan–perubahan atau penambahan item baru dapat tetap diwakili oleh kode.
d.       Harus efisien
Kode dibuat sependek mungkin agar mudah diingat dan efisien bila direkam disimpanan luar komputer.
e.       Harus konsisten
Kode yang dibuat haruslah konsisten dengan yang pergunakan.
f.        Harus distandardisasi
Kode harus distandardisasi untuk seluruh tingkatan dan departemen dalam organisasi. Kode yang tidak standar akan mengakibatkan kebingungan, salah pengertian dan dapat cenderung terjadi kesalahan pemakaian bagi yang menggunakan kode tersebut.
g.       Spasi dihindari
Penggunaan spasi dalam kode sebaiknya dihindari, karena dapat menyebabkan kesalahan di dalam menggunakannya.
h.       Menghindari karakter yang mirip
Karakter – karakter yang hampir serupa bentuk dan bunyi pengucapannya tidak digunakan dalam pembuatan kode.
i.         Panjang kode harus sama
Masing-masing kode yang sejenis harus mempunyai panjang sama.
3.                  Flowchart
Menurut Jogiyanto (2005:795) mendefiniskan bahwa “Flowchart adalah bagan (chart) yang menunjukkan alir di dalam program atau prosedur sistem secara logika.”
Ada dua metode yang digunakan dalam penulisan flowchart :
a.       Sistem Flowchart
Diagram alir yang menggambarkan suatu sistem peralatan komputer yang digunakan dalam proses pengolahan data serta hubungan antar perlatan tersebut.

b.      Program Flowchart
Program alir yang menggambarkan urutan logika dari suatu prosedur pemecahan masalah.
Sebelum kita membuat sebuah program komputer, yang harus kita lakukan terlebih dahulu adalah membuat diagram alir (flowchart) yang sering digunakan adalah program flowchart. Teknik pembuatan flowchart terbagi menjadi dua bagian menurut jogiyanto (2005, hal. 795) yaitu :
1.      General Way
Teknik pembuatan flowchart yang digunakan pada penyusunan logika dalam suatu program pengulangan proses secara tidak langsung ( Non Direct Loop).
2.      Iteration Way
Teknik pembuatan flowchart yang digunakan pada penyusunan logika program yang cepat dan proses yang terjadi bersifat langsung (Direct Loop)
4.                  HIPO
Menurut Jogiyanto (2005:787) HIPO (Hierarchy plus Input-Proses-Output) merupakan “metodologi yang dikembangkan dan didukung oleh IBM. Tetapi kini HIPO juga telah digunakan alat bantu untuk membuat spesifikasi program seperti :
a.       Menyediakan struktur untuk memahami fungsi dari sistem
b.       Menekankan fungsi yang harus diselesaikan oleh program
c.       Untuk penekanan input yang digunakan dan output yang dihasilkan oleh masing-masing fungsi pada tiap tingkatan dari diagram HIPO
d.       Menyediakan output yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan pemakai (user)
Fungsi-fungsi dari system digambarkan oleh HIPO daslam tiga tingkatan. Untuk masing-masing tingkatan digambarkan dalam bentuk tersendiri, yaitu :
1.       Diagram Visual Table Of Contents (VTOC)
Diagram yang menghubungkan fungsi-fungsi dari sistem secara berjenjang.
2.       Diagram Over View
Diagram yang menunjukkan secara garis besar hubungan dari input-proses-output.
3.       Diagram Detail
Diagram yang menunjukkan atau yang berisi elemen–elemen yang  menggambarkan secara rinci kerja dari fungsi.
2.1.3    Rancangan Keamanan Data
            Masalah keamanan data dalam suatu perusahaan sangatlah penting. Salah satu kunci keberhasilan pengamanan sistem adalah adanya komitmen atau perhatian dari pimpinan akan usaha untuk mengamankan sistem. Ada beberapa aspek dalam keamanan data dan informasi menurut jogiyanto (2005, hal. 787) yaitu :
a.       Kerahasian (Confidentiality)
Kerahasiaan harus didefinisikan dengan baik dan melalui suatu prosedur untuk menjaga kerahasiaan melalui identifikasi dan otentikasi pengguna. Identifikasi yang baik dari pengguna sistem memastikan efektifitas dari kebijakan yang menentukan hak akses terhadap suatu data item.


b.       Keutuhan (Integrity)
Keutuhan data harus mendapat perlindungan dari pengubahan tidak sah yang disengaja. Tantangan dari program keamanan adalah memastikan bahwa data dijaga dan berada pada kondisi yang diharapkan pengguna.
Unsur yang penting dalam melindungi data adalah proses modifikasi data yang tidak sah. Untuk mengantisipasi masalah tersebut maka ditetapkanlah kontrol integrity :
1.       Memberi akses dengan dasar need to know, Pengguna diberi akses hanya untuk program dan file yang diperlukan sesuai dengan tugas dan fungsinya, agar pengguna dapat bekerja dengan efisien, access privileges harus diberikan dengan bijaksana sehingga operasional menjadi fleksibel.
2.     Memilah tugas-tugas, agar tidak ada petugas yang mempunyai kontrol tunggal pada suatu transaksi dari awal sampai akhir, maka tanggungjawab terhadap transaksi diberikan kepada lebih dari satu orang.
3.     Merotasi tugas-tugas, tugas pekerjaan harus diubah pada selang waktu  tertentu sehingga pengguna lebih sulit untuk bekerja sama dalam melakukan kontrol yang lengkap dari suatu transaksi untuk tujuan yang negatif. Cara ini efektif apabila diterapkan dengan memilah tugas-tugas. Permasalahan mungkin akan muncul jika sumber daya staf yang terbatas dan program pelatihan yang kurang memadai.


c.       Ketersediaan (Availability)
Ketersediaan data merupakan jaminan dari sistem komputer untuk dapat diakses oleh pengguna yang berhak kapan saja diperlukan

2.2.      Analisa Perancangan Program
Dalam menganalisa sebuah perancangan program banyak hal yang mesti di ketahui sebelumnya, agar program lebih mudah dimengerti kemana tujuannya program itu berjalan. Salah satunya dengan mengetahui alasan mengapa di buatnya sebuah program, yaitu dengan meninjau permasalahan-permasalahan yang ada hingga tidak ada.
2.2.1    Tinjauan Kasus
            Penjualan barang yang dilakukan oleh Toko ”XYZ” mengalami peningkatan seiring dengan munculnya produk–produk baru yang berkualitas, sehingga membutuhkan kinerja dan performance yang lebih baik seperti penanganan dokumen, prosedur transaksi sampai membuat laporan penjualan yang dibutuhkan oleh pemilik toko. 
          Adapun prosedur penjualan pakaian pada Toko ”XYZ” adalah sebagai berikut :
1.       Proses pendataan pakaian
          Setiap ada pakaian yang masuk langsung dilakukan pemberian kode pakaian, nama pakaian, jenis pakaian, ukuran, harga dan stok. Setelah itu dimasukkan ke dalam file pakaian yang diberi nama form pakaian_p.

2.       Proses pendataan kasir
          Data kasir meliputi kode kasir sebanyak 5 karakter berupa inisial dari kode kasir, nama kasir, password. Kasir bisa melihat data barang dan melakukan transaksi penjualan.
3.      Proses transaksi
          Setiap transaksi penjualan dilakukan penginputan data ke dalam file transaksi dan diberi nama form transaksi. Penginputan meliputi nomor faktur, kode pakaian, nama pakaian, harga, stok, qty, jumlah stok, subtotal, total, uang bayar, uang kembali, dan nama kasir.
4.       Proses pembuatan laporan
          Setiap bulan dibuatkan laporan-laporan baik laporan data barang maupun laporan transaksi penjualan yang dimasukan kedalam laporan penjualan dan akan memberikan kemudahan bagi Toko ”XYZ” dalam hal penyediaan informasi dari data-data yang telah diproses.
2.2.2    Spesifikasi Rancangan Program
            Dalam merancang program dibutuhkan masukan yang akan diproses untuk menghasilkan suatu keluaran yang baik. Untuk itu dibutuhkan beberapa spesifikasi rancangan program dalam hal ini adalah rancangan bentuk masukan dan rancangan bentuk keluaran. Adapun spesifikasi rancangan program sebagai berikut :



1.                  Rancangan Bentuk Masukan
Rancangan bentuk masukan berguna untuk data apa saja yang dapat dimasukan kedalam komputer dan nantinya akan diolah komputer. Rancangan bentuk masukan tersebut sebagai berikut :
a)         Nama Form                   : pakaian_p
  Fungsi                           : Untuk Mengelola data - data pakaian
  Sumber                         : Bagian Administrasi
  Tujuan                          : Kasir
            Frekuensi                      : Setiap ada pendataan barang baru        
Media                           : Layar Monitor
Bentuk                          : Lampiran A.1
b)         Nama Form                  : user
       Fungsi                           : Untuk menginput data - data kasir
       Sumber                         : Bagian Administrasi
       Tujuan                          : Pemilik toko
       Frekuensi                      : Setiap ada penginputan data kasir baru
       Media                           : Layar Monitor
       Bentuk                          : Lampiran A.2
2.         Rancangan Bentuk Keluaran
            Rancangan bentuk keluaran sangat berguna didalam perancangan program aplikasi, sehingga menuntut agar bentuk keluaran dapat menghasilkan data yang akurat. Adapun bentuk keluaran yang dihasilkan sebagai berikut :
a)         Nama Dokumen            : Struk Penjualan
       Fungsi                           : Sebagai bukti terjadinya transaksi penjualan
       Sumber                         : Kasir
       Tujuan                          : Pembeli
       Frekuensi                      : Setiap terjadi transaksi penjualan
       Media                           : Kertas Cetak
            Bentuk                          : Lampiran B.1
b)         Nama Dokumen            : Laporan Transaksi penjualan
            Fungsi                           : Untuk menampilkan data transaksi
       Sumber                         : Bagian Administrasi
       Tujuan                          : Pemilik toko
       Frekuensi                      : Perperiode (bulanan,dan tahunan)
       Media                           : Kertas Cetak
            Bentuk                          : Lampiran B.2








3.         Normalisasi File
      Pada perancangan program ini penulis menggunakan normalisasi sampai bentuk normal ketiga (3 NF), yang digambarkan sebagai berikut:
a.)    Normalisasi Bentuk Tidak Normal (Unnormalized Form)





Gambar II.1 Bentuk Tidak Normal (Unnormalized Form)
b.   Bentuk Normal Kesatu (1NF)

Keterangan : * : Candidate key










Gambar II.2 Bentuk Normal Kesatu (1NF)
c.   Bentuk Normal Kedua (2NF)

 

Keterangan : *  : Primary key
                    ** :Foreign key
 One to one
One tomany

Gambar II.3 Bentuk Normal Kedua (2NF)
d.                                 Bentuk Normal Ketiga (3NF)
Keterangan : *  :Primary key
                    ** :Foreign key
 One to one
One tomany

Gambar II.4 Bentuk Normal Ketiga (3NF)
4.         Spesifikasi File
                        Adapun spesifikasi file dalam perancangan program yang digunakan adalah satu database dan empat tabel yaitu database penjualan dan tabel pakaian, user, penjualan dan detail penjualan dengan spesifikasi  sebagai berikut :
a.       Spesifikasi Tabel Pakaian
Nama Tabel                        : Pakaian
Akronim Table                    : Pakaian.dbf
Tipe File                             : TabelMaster
Fungsi                                 : Sebagai penyimpanan data pakaian
OrganisasiFile                     : Index Sequential
AksesFile                           : Random
Media                                 : Harddisk
Panjang Record                   : 69 Karakter
Kunci Field                        : kdpak
Software                            : Microsoft Visual Foxpro 9.0
Tabel II.1. Tabel Pakaian
No
Elemen Data
Akronim
Tipe
Panjang
Keterangan
1
Kode Pakaian
Kdpak
Character
6
Primary Key
2
Nama Pakaian
Nmpak
Character
40

3
Jenis
Jenispak
Character
10

4
Harga Pakaian
Hargapak
Numeric
7

5
Ukuran
Ukuran
Numeric
2

6.
Stok
Stok
Numeric
4




b.       Spesifikasi Tabel User                                
Nama Tabel                        : User
Akronim Table                    :user.dbf
Tipe File                             : TabelMaster
Fungsi                                 : Sebagai penyimpanan data user
OrganisasiFile                     : Index Sequential
AksesFile                           : Random
Media                                 : Harddisk
Panjang Record                   : 30Karakter
Kunci Field                        : kdkasir
Software                            : Microsoft Visual Foxpro 9.0
Tabel II.2. Tabel User
No
Elemen Data
Akronim
Tipe
Panjang
Keterangan
1
Kode kasir
Kdkasir
Character
5
Primary Key
2
Nama kasir
Nmkasir
Character
20

3
Password
Pass
Character
5

4
Jabatan
Jabatan
Character
5


c.       Spesifikasi Tabel Transaksi
Nama Tabel                        : Transaksi
Akronim Table                    :transaksi.dbf
Tipe File                             : Tabel Transaksi
Fungsi                                 : Sebagai penyimpanan data transaksi / penjualan
OrganisasiFile                     : Index Sequential
AksesFile                           : Random
Media                                 : Harddisk
Panjang Record                   : 50Karakter
Kunci Field                        : nofak
Software                            : Microsoft Visual Foxpro 9.0
Tabel II.3. Tabel Transaksi
No
Elemen Data
Akronim
Tipe
Panjang
Keterangan
1.
Nomor struk
Nostruk
Character
10
Primary Key
2.
Tanggal struk
Tglstruk
Date
8

3.
Total
Total
Numeric
8

4.
Uang Bayar
Bayar
Numeric
8

5.
Kode kasir
Kdkasir
Character
5
Foreign Key
6.
Uang Kembali
Kembali
Numeric
8

7.
Quantity
Qty
Numeric
3


d.       Spesifikasi Tabel Detail Penjualan   
Nama Tabel                        : Detail Penjualan         
Akronim Table                    : Detailpenjualan.dbf
Tipe File                             : Tabel Transaksi
Fungsi                                 : Sebagai penyimpanan data transaksi penjualan
OrganisasiFile                     : Index Sequential
AksesFile                           : Random
Media                                 : Harddisk
Panjang Record                   : 27 Karakter
Kunci Field                        : -
Software                            : Microsoft Visual Foxpro

Tabel II.4. Tabel Detailpenjualan
No
Elemen Data
Akronim
Tipe
Panjang
Keterangan
1
Quantity
Qty
Numeric
3

2
Subtotal
Subtotal
Numeric
8

3
Nostruk
Nostruk
Character
10
Foreign Key
4
Kode Pakaian
Kdpak
Character
6
Foreign Key

5.         Struktur Kode
Struktur  kode dibuat agar penginputan atau perekaman data dapat dilakukan dengan cepat sehingga mempermudah proses kerja program. Dibawah ini dijelaskan teknik pengkodean berdasarkan elemen data yang digunakan yaitu :
1.       Nama Kode                        : Kdpak
      Fungsi                                 : Mengetahui data pakaian
      Panjang                              : 5 Digit
      Tipe                                    : Karakter
      Format                                :
X
X
9
9
9
                                                                                                 Kode Pakaian 
                                                              Inisial Merk Pakaian
                             
                        Kode Merk Pakaian





Contoh                          :                   
B
A
9
2
4
                                                                                                 Kode Model Pakaian   
                                                               Inisial Untuk Atasan
                             
                        Inisial Untuk Baju
2.       Nama Kode            : Nostruk
      Fungsi                     : Mengetahui Data Transaksi Penjualan
      Panjang                  : 8 Digit
      Tipe                        : Karakter
      Format                    :
9
9
9
9
9
9
9
9
                                                                                                 Nomor Urut                                                                      Bulan Transaksi
                                         Tahun Transaksi

Contoh               : 11100001
Keterangan        :  Struk dengan nomor urut 01
3.       Nama Kode                        : Kode User
      Fungsi                                 : Mengetahui data user
      Panjang                              : 5 Digit
      Tipe                                    : Karakter


       Format                               :
X
X
9
9
9
                                                                         No User
                                                        
                                      Kode kasir

      Contoh                    :  MR111
      Keterangan             :  User dengan nomor 111

6.         Spesifikasi Program (HIPO)
Gambar II.5. Diagram HIPO
Spesifikasi program berisi tentang program yang penulis buat dan merupakan uraian mengenai proses yang ada dalam program. Adapun proses yang terjadi dalam program tersebut, sebagai berikut:
a.)      Spesifikasi Program Login
 Nama Program      :  Login
 Akronim Program:  login.scx
 Package Program  :  Microsoft Visual FoxPro 9.0
 Fungsi Program      :  Pengamanan database pada Menu Utama
 Bentuk Form          :  Lampiran C.1.
Tombol                   :  1. Masuk
                                 2. Keluar
Proses:
a.  Masuk, dipergunakan untuk menampilkan Menu.
b.  Keluar, dipergunakan untuk keluar dari program Password.
b.)  Spesifikasi Program Menu
Nama Program       :  Menuutama
Akronim Program    :  menuutama.scx
Package Program   :  Microsoft Visual FoxPro 9.0
Fungsi Program       :  Menampilkan Menuyang di dalamnya terdapat sub-sub program.
Bentuk Form           :  Lampiran C.2.

Prosesnya , yaitu:
a.  Master, terbagi menjadi                  :  1. Master Pakaian
                                                            2. Master User                               
b.  Transaksi, terbagi menjadi              :  1. Penjualan                                   
c.  Laporan, terbagi menjadi                :  1. Laporan Penjualan
d.  Keluar                 
c.)  Spesifikasi Program Master Pakaian
Nama Program       :  Pakaian
Akronim Program    :  pakaian.scx
Package Program   :  Microsoft Visual FoxPro 9.0
Fungsi Program       :  Menampilkan Program Master Pakaian agar dapat menambah kode, simpan, batal, ubah, hapus, cari dan keluar.
Bentuk Form           :  Lampiran C.3.
Tombol                   :  1. Tambah
                                       2. Simpan
                                 3. Batal
                                 4. Ubah
                                 5. Hapus
                                 6. Cari
                                 7. Keluar
Tombol Navigasi     :  1. |< (Awal)
                                 2. < (Maju)
                                 3. > (Mundur)
                                 4. >| (Akhir)
Proses:
a.   Kode, digunakan untuk menambah data barang.
b.   Simpan, digunakan untuk menyimpan data barang.
c.   Batal, digunakan untuk membatalkan pemasukan data barang.
d.   Ubah, digunakan untuk merubah data barang yang ada.
e.   Hapus, digunakan untuk menghapus data barang.
      f.    Cari, digunakan untuk mencari data barang.
g.   Keluar, digunakan untuk keluar dari program MasterBarang.
h.   Tombol Navigasi, digunakan untuk melakukan pencarian pada data barangagar dapat diubah atau dihapus.
d.)  Spesifikasi Program Master User
Nama Program       :  User
Akronim Program    :  user.scx
Package Program   :  Microsoft Visual FoxPro 9.0
Fungsi Program       :  Menampilkan Program Master user agar dapat menambah, simpan, batal, ubah, hapus, cari dan keluar.
Bentuk Form           :  Lampiran C.4.
Tombol                   :  1. Kode
                                 2. Simpan
                                 3. Batal
                                 4. Ubah
                                 5. Hapus
                                 6. Keluar
Tombol Navigasi     :  1. |< (Awal)
                                 2. < (Maju)
                                 3. > (Mundur)
                                 4. >| (Akhir)
Proses:
a.   Kode, digunakan untuk menambah data pengguna.
b.   Simpan, digunakan untuk menyimpan data pengguna.
c.   Batal, digunakan untuk membatalkan pemasukan data pengguna.
d.   Ubah, digunakan untuk merubah data pengguna yang ada.
e.   Hapus, digunakan untuk menghapus data pengguna.
f.    Keluar, digunakan untuk keluar dari program MasterPengguna.
g.   Tombol Navigasi, digunakan untuk melakukan pencarian pada data Pengguna agar dapat diubah atau dihapus.
e.)  Spesifikasi Program Transaksi
Nama Program       :  Transaksi
Akronim Program    :  transaksi.scx
Package Program   :  Microsoft Visual FoxPro 9.0
Fungsi Program       :  Menampilkan Program Transaksi Penjualan agar dapat                 melakukan kode faktur baru, simpan dengan langsung mencetak,, batal, Lagi, hapus, cari dan keluar.
Bentuk Form           :  Lampiran C.5.
Tombol                   :  1. Tambah
                                 2. Simpan dan Cetak  
                                 3. Batal
                                 4. Hapus
                                 5. Keluar
Tombol Navigasi     :  1. |< (Awal)
                                 2. < (Maju)
                                 3. > (Mundur)
                                 4. >| (Akhir)
Proses:                  
a.   Tambah, digunakan untuk menambah data transaksi penjualan.
b.   Simpan dan Cetak, digunakan untuk menyimpan data transaksi penjualan dan mencetak faktur penjualan
c.   Batal, digunakan untuk membatalkan pemasukan data transaksi penjualan.
d.   Lagi, Digunakan untuk menambah transaksi penjualan.
e.   Hapus, digunakan untuk menghapus data transaksi penjualan.
f.    Keluar, digunakan untuk keluar dari program Transaksi Penjualan.
g.   Tombol Navigasi, digunakan untuk melakukan pencarian pada data transaksi penjualan agar dapat dihapus.
f.)   Spesifikasi Program Cetak Laporan Penjualan
Nama Program       :  Laporan Penjualan
Akronim Program    :  laporanpenjualan.scx
Package Program   :  Microsoft Visual FoxPro 9.0
Fungsi Program       :  Mencetak Laporan penjualan
Bentuk Form           :  Lampiran C.6.
Tombol                   :  1. Batal
                                 2. Keluar
Proses:
a.   Batal, digunakan untuk membatalkan pencetakan data transaksi penjualan.
b.   Keluar, dipergunakan  untuk  keluar dari program Cetak Laporan Penjualan









7.         Program Flowchart
Program Flowchart digunakan untuk menunjukkan langkah-langkah yang dijadikan program tunggal komputer dengan bentuk gambar sebagai berikut:
1.                   Program Flowchart Login

Gambar II.6. Flowchart Login
2.                                           Program  Flowchart Menu Utama (Admin)

Gambar II.7. Flowchart Menu Utama (Admin)

3.              Program Flowchart Menu Utama2 (Kasir)



Gambar II.8. Flowchart Menu Utama2 (Kasir)
4.         Program Flowchart Master Pakaian
Gambar II.9. Flowchart Master Pakaian


5.         Program Flowchart Kasir
Gambar II.10. Flowchart Master Kasir
6.         Program Flowchart Transaksi Penjualan
 
Gambar II.11. Flowchart Transaksi Penjualan


7.             Program Flowchart Cetak Laporan Penjualan
Gambar II.12. Flowchart Cetak Laporan Penjualan

2.2.3        Sarana Pendukung Program
            Komputer adalah alat yang dapat menerima data, mengolah data, menyimpan data serta menghasilkan informasi yang kita inginkan. Munculnya komputer sebagai alat bantu manusia dalam menyelesaikan permasalahan yang ada dalam suatu organisasi ataupun instansi sangat berdampak positif, karena kemampuan komputer dalam pengolahan data sangat cepat sehingga lebih efisien dan efektifitas kerja akan lebih baik.
          Sarana pendukung program tersebut meliputi perangkat keras dan perangkat lunak yang mana sarana pendukung tersebut harus dapat terintegrasi dengan baik, sehingga dapat mewujudkan hasil yang diharapkan.
a.       Perangkat Keras
          Perangkat keras adalah komponen komputer secara fisik dapat dijamah dan dapat  membentuk  suatu  sistem. Bagian - bagian  pokok perangkat keras meliputi masukan (input), CPU (Central Processing Unit), tempat penyimpanan (secondary memory) dan keluaran (output). Adapun perangkat keras minimal yang dipergunakan untuk program ini adalah sebagai berikut :
a. Processor                          :  N550
b. Memory Size (RAM)        : 1 GB
c.  Monitor                           : 10 “ inchi
d.Harddisk                          : 160 GB
e.  Keyboard                        : 107 Keys
f.   Mouse                             : Standard Mouse
           h. Printer                            : Dot Matrix
b.       Perangkat Lunak
Perangkat lunak adalah suatu rangkaian atau susunan instruksi yang harus benar dengan urutan-urutan yang benar pula. Keberadaan perangkat lunak selalu menyertai perangkat keras yang ada. Adapun perangkat lunak yang dipergunakan dalam pembuatan program tugas akhir ini adalah sebagai berikut :
a.      Sistem Operasi      : Windows 7
b.      Bahasa Program   : Microsoft Visual Foxpro 9 .
c.       Konfigurasi Sistem Komputer
Merupakan jenis perangkat lunak yang terpenting dalam lingkungan pengolahan data karena tanpa sistem operasi sebuah komputer tidak akan bisa digunakan dan tidak ada manfaatnya.
Adapun gambar konfigurasi komputer yang dipergunakan dalam perancangan program pada tugas akhir ini adalah sebagai berikut :










 













Gambar II.13. Konfigurasi Sistem komputer





BAB III

PENUTUP


3.1.            Kesimpulan
Berdasarkan uraian yang telah dibahas pada bab-bab sebelumnya, akhirnya mencoba menarik kesimpulan mengenai perancangan program penjualan pakaian secara tunai pada Toko “XYZ” menggunakan microsoft visual Foxpro 9.0 yaitu sebagai berikut:
a.                   Sistem penjualan pada Toko Pakaian “XYZ” dapat berjalan lancar jika sistemnya sudah terkomputerisasi.
b.                   Dengan adanya program aplikasi komputer maka akan mempermudah pemecahan suatu masalah dan pekerjaan menjadi lebih cepat dan efisien.
c.                   Kemungkinan terjadinya kesalahan dalam penanganan data-data transaksi menjadi lebih kecil bila dibandingkan dengan penanganan secara manual.
d.                   Data-data transaksi menjadi lebih terorganisir, sehingga apabila diperlukan informasi yang diinginkan akan tersedia dengan cepat dan akurat serta efisien bagi bagian keuangan suatu badan usaha.

3.2.            Saran-saran
Saran-saran yang dapat penulis berikan setelah selesainya Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut:
a.      Sebagai tahap awal penggunaan program ini, sebelumnya perlu diadakan pelatihan kepada pengguna program untuk memberikan petunjuk penggunaan dan mengantisipasi terjadinya kesalahan dalam penggunaannya nanti.
b.      Dalam mengatasi masalah keusangan sistem, maka pengguna dianjurkan untuk memperbaharui sebagian program aplikasi yang ada untuk melengkapi kelemahan dari program secara berkala.
c.      Untuk mempermudah proses pengolahan data maka diperlukan sarana pendukung yang baik. Sarana pendukung tersebut terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak dan user itu sendiri.
d.      Program aplikasi ini pastinya memerlukan perawatan yang baik. Berupa pemeliharaan perangkat keras maupun perangkat lunaknya secara rutin agar tidak timbul masalah apabila program aplikasi ini di gunakan secara terus menerus.





DAFTAR PUSTAKA




Firgiawansyah, Irwan. 2005 . Tips Membangun Aplikasi Cantik Dengan Microsoft Visual FoxPro 9.0 .Yogyakarta : Andi Offset.

Jogiyanto H.M. 2005. Analisa dan Desain sistem Informasi. Yogyakarta : Andi Offset

Marlinda, Linda. 2004. Sistem Basis Data. Yogyakarta : Andi Offset

Supardi, Yuniar. 2007 . Teknik Pemrograman Microsoft Visual FoxPro 9.0 dengan MySQL. Jakarta : PT Elex Media Komputindo

Sutabri, Tata. 2004 .Pemrograman Terstruktur. Yogyakarta : Andi Offset.